Wednesday, October 21, 2009

Kesalahan Teori Evolusi Darwin (part III)



FOSIL-FOSIL YANG DITEMUKAN DI AMERIKA SERIKAT
Berasal dari Zaman Eosen (54 hingga 37 juta tahun silam), lapisan fosil Sungai Hijau adalah salah satu dari lapisan fosil terpenting di Amerika Serikat. Penggalian pertama yang tercatat di kawasan ini berlangsung pada tahun 1850-an. Pada tahun 1856, pakar arkeologi Dr. John Evans mengumumkan fosil-fosil ikan yang telah dikumpulkannya di kawasan itu kepada dunia ilmiah dan Formasi Sungai Hijau pun tercantum dalam kepustakaan ilmiah.





Seekor fosil ikan ditemukan di Sungai Hijau, Wyoming.




Sungai Hijau sebenarnya anak Sungai Colorado. Formasi Sungai Hijau itu sendiri suatu cekungan danau pegunungan yang mencakup sebuah daerah yang membentang melintasi tiga negara bagian. Sebagian terletak di timur Pegunungan Uintah di barat laut Colorado dan bagian yang lebih luas terletak di barat daya Wyoming. Struktur batuan Sungai Hijau terbentuk dari aneka lapisan yang isinya berbeda-beda jika kita semakin dalam menggali. Sebaran fosil juga beragam. Hingga kini, fosil-fosil yang berasal dari sekitar 60 kelompok vertebrata dan tak terhitung fosil invertebrata telah ditemukan pada penggalian-penggalian di Sungai Hijau.


Kiri: batu gamping Kaibab yang berumur rata-rata 250 juta tahun dan membentuk permukaan dataran tinggi Kaibab dan Coconino. Fosil-fosil
yang dapat ditemukan pada layaran ini adalah koral, moluska, bakung laut, cacing dan gigi ikan. Bawah: pengangkutan fosil.
Ohio adalah sebuah negara bagian dengan banyak lapangan fosil terkenal. Penelitian geologis menunjukkan bahwa sekitar 510 juta tahun silam, Ohio terletak di selatan Ekuador. Seraya benua-benua bergeser dan Amerika Utara bergerak menuju kedudukannya saat ini, Ohio mendapati dirinya tenggelam berkali-kali. Hal itu menjelaskan mengapa sejumlah besar fosil yang berasal dari Era Paleozoikum (251 hingga 543 juta tahun silam) ditemukan di Ohio.
Negara bagian lain yang kaya lapisan fosil adalah Utah. Beraneka ragam fosil, dari invertebrata hingga aneka organisme laut dan dari reptil hingga mamalia, telah digali di Utah. Fosil-fosil mikroskopis baru-baru ini ditemukan di Pegunungan Uintah telah mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan fosil di Utah berasal dari Zaman Kambria.
Seperti halnya dengan fosil-fosil yang ditemukan di kawasan-kawasan lain dunia, semuanya menunjukkan sekali lagi bahwa tidak ada perbedaan antara ikan trout, ikan pari, capung, lalat, laba-laba, kepiting, dan kura-kura masa kini, dan hewan-hewan serupa yang hidup jutaan tahun silam. Mahluk-mahluk hidup tidak menjalani perubahan dalam selang ratusan juta tahun-dengan kata lain, tidak mengalami evolusi. Rekaman fosil membantah evolusi dan lagi-lagi menegaskan fakta penciptaan.


Sebuah daerah penelitian fosil di Wyoming.


IKAN TODAK
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: panjang: 39 cm (15,3 inci); matriks: 29 cm x 40 cm (11 inci x 15 inci)
Lokasi: Lincoln County, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen Ratusan fosil ikan todak yang telah dikumpulkan memberikan petunjuk bahwa ikan yang masih ada kini ini tetap tidak berubah selama jutaan tahun. Ikan todak dalam foto, berumur antara 37 dan 54 juta tahun, tidak berbeda dengan yang masih hidup di lautan kita hari ini. Kemiripan persis ini adalah hal yang tidak terjelaskan bagi para Darwinis dan sekali lagi membuktikan fakta penciptaan.

DAUN POPLAR
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Zaman: Eosen
Lokasi: Sungai Hijau, Colorado, Amerika Serikat
Para Darwinis mencoba menjawab pertanyaan bagaimana tetumbuhan muncul dengan menggunakan
konsep “kebetulan. ” Mereka menyatakan bahwa rangkaian tanpa akhir beraneka tumbuhan muncul,
seiring waktu dan secara kebetulan, dari satu tumbuhan moyang bersel tunggal-yang juga muncul sebagai
hasil kebetulan.
Mereka juga bersikukuh bahwa setiap sifat khas spesies, seperti bau, susunan, dan warna, adalah juga hasil ketaksengajaan. Para evolusionis mencoba menjelaskan cara rumput laut berubah menjadi stroberi, atau pohon poplar atau semak mawar, dengan mengatakan bahwa semua percabangan ini hasil suatu keadaan yang terbentuk hanya oleh kebetulan. Namun, tidak ada petunjuk ilmiah untuk mendukung khayalan ini. Di sisi lain, ada tak terhitung data dan temuan ilmiah yang meruntuhkan pernyataan-pernyataan para evolusionis. Tak terhingga contoh ditemukan dalam rekaman fosil yang menunjukkan bahwa ribuan mahluk hidup telah bertahan, sama sekali tak berubah, selama ratusan juta tahun. Fosil daun poplar berumur kira-kira 60 juta tahun ini menyatakan lewat contoh telak bahwa mahluk hidup tidak berevolusi, namun diciptakan.

IKAN PARI

Umur: 54 hingga 37 juta tahun
Ukuran: 8 cm x 3,8 cm (3,2 inci x 1,5 inci); matriks: 12,7 cm x 10 cm (5 inci x 4 inci)
Lokasi: Lincoln County, Wyoming
Zaman: Eosen
Ikan pari adalah ikan bertulang rawan. Jika menghadapi bahaya, ia membela diri dengan sengat di ekornya. Matanya berada di atas tubuh datarnya dan mulutnya di bawah. Seperti juga ikan hiu, ikan ini menemukan makanannya dengan memanfaatkan indra penciuman dan listriknya. Ikan ini umumnya hidup berbaring di lantai samudera, dengan hanya mata dan ekornya terlihat. Fosil dalam foto membuktikan bahwa ikan ini tidak mengalami evolusi. Ikan pari yang hidup 50 juta tahun silam tidak berbeda dengan yang hidup hari ini. Sekalipun jutaan tahun berlalu, tidak ada perubahan terjadi pada struktur ikan pari. Jika evolusi benar-benar berlangsung, maka ikan pari akan melalui beraneka tahap, meninggalkan banyak fosil yang mencatat urutan tahap-tahap itu. Akan tetapi, setiap fosil yang ditemukan mengungkapkan bahwa ikan pari masa kini dan yang
hidup di masa lalu sama saja. Semua ini menyangkal pernyataan-pernyataan para evolusionis.


IKAN SARDEN

Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Lokasi: Sungai Hijau, Wyoming, Amerika Serikat
Zaman: Eosen
Jika pernyataan-pernyataan evolusioner itu benar, maka pastilah ada perbedaan besar antara fosil ikan sarden yang digali ini dan yang hidup hari ini. Harus ada tanda-tanda dalam fosil ikan sarden apa yang disebut proses evolusioner yang dikatakan terjadi oleh para Darwinis. Akan tetapi, tidak ada jejak apapun dari hal itu pernah ditemukan. Tidak juga mungkin hal itu akan ditemukan di masa depan, sebab kehidupan tidaklah, berlawanan dengan apa yang dicekokkan kaum evolusionis agar kita percayai, hasil dari kebetulan-kebetulan buta. Allah yang Mahakuasa dan Mahatahu menciptakan semua mahluk hidup.


IKAN HARING

Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: 9,3 cm (3,7 inci)
Lokasi: Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
“Fosil-fosil hidup” menyingkapkan bahwa spesies-spesies tidak berevolusi, namun diciptakan. Spesies-spesies tidak pernah memeroleh struktur tubuhnya hari ini secara kebetulan, seperti yang dinyatakan para evolusionis. Mereka semua diciptakan tanpa cela oleh Allah Mahakuasa dan telah hidup sepanjang masa keberadaan mereka dengan bentuk saat mereka diciptakan. Fosil ikan haring dalam foto juga membuktikan hal tersebut. Ikan haring tetap sama selama jutaan tahun, memertahankan bentuk dan struktur dengan mana ia awalnya diciptakan. Seperti semua fosil lainnya, ikan haring ini mengungkapkan bahwa teori evolusi itu berdiri di atas dusta.



KEPITING

Umur: 50 juta tahun
Lokasi: Oregon
Zaman: Eosen
Salah satu ciri mencolok tentang rekaman fosil adalah bahwa mahluk-mahluk hidup tidak menjalani perubahan sepanjang aneka zaman geologi. Dengan kata lain, selama puluhan, bahkan ratusan juta tahun, mahluk-mahluk hidup tetap sama seperti saat muncul pertama dalam rekaman fosil. Inilah petunjuk bahwa dulu dan kini, mahluk-mahluk hidup tidak berevolusi. Kepiting yang tetap tak berubah selama 50 juta tahun termasuk di antara bukti-bukti itu. Kepiting hidup hari ini dan dari jutaan tahun lalu mirip adanya.



IKAN PERKHI

Umur: 37 hingga 54 juta tahun Ukuran: 30,4 cm (12 inci)
Lokasi: Kemmerer, Wyoming Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Ikan perkhi (perch) adalah sejenis ikan air tawar yang dapat menyesuaikan diri ke berbagai lingkungan dan suhu air. Pernyataan para Darwinis bahwa mahlukmahluk hidup berevolusi dari satu bentuk ke bentuk lainnya lewat perubahan perlahanlahan dibantah sekali lagi oleh fosil-fosil ikan perkhi. Ikan perkhi yang hidup saat ini
berbagi struktur yang sama dengan mitranya dari 50 juta tahun silam.


DAUN SUMAK
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: 25 mm (0,9 inci)
Lokasi: Uintah County, Utah
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen

Seperti mahluk-mahluk hidup lainnya, spesies tumbuhan juga muncul terbentuk lengkap dengan struktur rumitnya. Hal ini berarti tetumbuhan diciptakan sempurna bersama semua sifatnya. Ratusan ribu fosil tumbuhan di lapisan-lapisan batuan membuktikan pendapat ini. Para evolusionis tidak dapat memberi kita fosil yang setengah pinus, setengah wilow, setengah lumut, setengah anggrek, atau setengah anyelir. Di sisi lain, ratusan ribu fosil menunjukkan bahwa wilow selalu tetap wilow, pinus tetap pinus, cemara tetap cemara, dan pohon gede (plane tree) tetap pohon gede. Masing-masing fosil ini, jutaan tahun umurnya, menyangkal evolusi. Fosil sumak (sumac) berumur antara 37 dan 54 juta tahun ini adalah satu lagi petunjuk yang membuka tipuan para Darwinis.



IKAN TROUT-PERKHI

Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: 10,6 cm (4,2 inci)
Lokasi: Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Ikan trout-perkhi biasanya hidup di danau. Jika satu dari mahluk ini tetap bertahan hingga hari ini bersama dengan semua ciri tanpa cela yang dimilikinya jutaan tahun lalu, tanpa mengalami perubahan, ia menjadi petunjuk kuat yang menyangkal model “evolusi perlahan” yang diajukan Darwin. Ada bukan cuma beberapa, melainkan jutaan contoh seperti ini di Bumi, yang akan membuktikan pendapat tersebut. Fosil ikan trout-perkhi ini sekadar bagian petunjuk itu.



IKAN HARING

Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: matriks: 34,2 cm x 43 cm (13,5 inci x
17 inci)
Lokasi: Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Sama seperti mahluk-mahluk hidup lainnya, ikan haring tidak mengalami perubahan selama jutaan tahun. Struktur ikan haring yang hidup 54 juta tahun silam dan hari ini tepat sama. Ini membantah pernyataan para evolusionis bahwa mahluk-mahluk hidup berevolusi pelan-pelan dari satu ke lainnya. Dalam foto adalah dua spesies ikan haring yang terawetkan berdampingan. Ikan-ikan ini, membatu bersama semua rinciannya, menunjukkan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak melalui evolusi apapun, namun diciptakan.



TRILOBIT

Umur: 380 juta tahun
Ukuran: 60 mm (2,3 inci)
Lokasi: Sylvania, Lucas County, Ohio
Formasi: Silica Shale
Zaman: Devon
Trilobit adalah salah satu mahluk laut terpenting yang hidup di Zaman Kambria, meninggalkan banyak jejak di berbagai penjuru dunia. Salah satu ciri menakjubkan trilobit adalah struktur mata banyak lensanya, terdiri atas tak terhitung satuan, masing-masing adalah sebuah lensa. Mirip mata “sarang madu” heksagon serangga, masing-masing satuan ini berfungsi sebagai satu lensa mandiri. Masing-masing mengindra citra terpisah dan di otak, citra-citra ini disatukan. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian mata trilobit memiliki lebih dari tiga juta lensa, yang berarti bahwa lebih dari tiga juta citra disalurkan ke krustasea ini. Pendeknya, satu mahluk laut yang hidup 530 juta tahun silam memiliki otak dan mata yang sangat rumit-struktur tanpa cela yang tidak mungkin ada lewat evolusi.


IKAN HARING
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: matriks: 31 cm (12,5 inci)
Lokasi: Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Dalam foto adalah beberapa ikan haring yang mungkin terbunuh bersama-sama karena terkubur mendadak. Jejak-jejak membatu ekor dan sirip tidak menunjukkan kerusakan sedikit pun. Lubang mata dan struktur tulang yang terawetkan sempurna sekali lagi menunjukkan bahwa evolusi tidak terjadi pada bagian mana pun masa geologi mereka.


LUING
Umur: 300 juta tahun
Ukuran: 50 mm (1,9 inci); matriks: 58 mm x 33 mm (2,2 inci x 1,2
inci)
Lokasi: Morris, (Mazon Creek), Illinois
Formasi: Francis Creek Shale
Zaman: Pennsylvania
Dalam foto adalah fosil luing berumur 300 juta tahun. Luing ini dan semua luing lainnya yang hidup 300 juta tahun tidak menunjukkan perbedaan sedikitnya pun dengan luing masa kini. Sama seperti mahluk-mahluk hidup lainnya, luing juga tidak berevolusi, melainkan diciptakan.


KELINCI MUDA
Umur: 30 juta tahun
Lokasi: Lusk, Wyoming
Formasi: Sungai Putih
Zaman: Oligosen
Fosil-fosil berumur 30 juta tahun yang mirip dengan mahluk-mahluk hidup masa kini membantah teori evolusi. Temuan-temuan fosil mengungkapkan bahwa kelinci selalu kelinci sejak dulu.


IKAN TROUT-PERKHI

Ukuran: panjang 65 mm (2,5 inci); matriks: 90 mm x 45
mm (3,5 inci x 1,7 inci)
Lokasi: Fossil Lake, Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Ikan trout-perkhi terdiri atas beberapa jenis. Hampir semuanya ada dalam rekaman fosil, yang menunjukkan
bahwa mereka tetap sama selama jutaan tahun dan tidak berevolusi.


BULU BABI
Umur: 295 juta tahun
Ukuran: matriks: 110 mm x 163 mm (4,3
inci x 6,4 inci)
Lokasi: Brown County, Texas
Formasi: Winchell
Zaman: Karbon
Bulu babi Pennsylvania adalah ekinodermata yang dapat ditemukan hari ini di semua lautan di dunia. Fosil bulu babi yang berasal dari 300 juta tahun silam mengungkapkan bahwa invertebrata ini bersama dengan struktur rumitnya telah ada selama jutaan tahun. Selama masa itu, tidak ada perubahan terjadi pada strukturnya dan bulu babi tidak mengalami tahap-tahap peralihan. Para Darwinis berputus asa ketika dihadapkan dengan fosil-fosil ini, sebab fosil-fosil ini membuktikan bahwa proses evolusi tidak pernah ada.



DAUN SIKAMOR
Umur: 50 juta tahun
Ukuran: daun: 15 cm x 15 cm (6 inci x 6 inci) ukuran dari
cuping kiri ke ujung tangkai; matriks: 20,3 cm x 22,8 cm (8 inci x
9 inci)
Lokasi: Douglas Pass-Rangely, Colorado
Zaman: Eosen
Dengan meneliti sejarah fosil dan ciri-ciri struktural tetumbuhan yang hidup di darat, kita sampai kepada fakta yang tidak selaras dengan apa yang dinyatakan teori evolusi. Tetumbuhan yang diperlihatkan di hampir semua buku biologi tidak memiliki rekaman fosil yang membenarkan apa yang dikatakan sebagai proses evolusi. Kebanyakan spesies masa kini telah meninggalkan sisa-sisa yang sangat memuaskan di dalam rekaman fosil dan satu pun menunjukkan ciri-ciri yang menegaskan sebuah peralihan dari satu spesies ke spesies lain. Semuanya adalah spesies tersendiri, diciptakan bersama ciri-ciri khas mereka dalam bentuknya yang asli dan tidak meninggalkan kaitan peralihan sebagaimana dinyatakan. Seperti diakui ahli paleontologi evolusionis EC Olson, kebanyakan kelompok tumbuhan muncul mendadak, tidak meninggalkan moyang. (EC Olson, The Evolution of Life, New York: The New American Library,1965, h. 9)
Fosil daun sikamor (sycamore) berumur 50 juta tahun dalam foto juga membenarkan fakta ini.


IKAN PASIR
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Lokasi: Lincoln County, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Ikan pasir dalam foto berumur 37-54 juta tahun dan tidak mengalami perubahan selama waktu
itu. Fosil ini, sama dengan ikan pasir yang hidup di laut hari ini, menyanggah teori evolusi.


IKAN HARING
Umur: 55 juta tahun
Ukuran: matriks: 35 cm (13,7 inci x 23 cm (9 inci)
Lokasi: Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Fosil hidup tidak berbeda dengan mitranya yang hidup di masa sangat silam dan menawarkan petunjuk bahwa spesies-spesies tidak mengalami evolusi selama jutaan tahun. Ikan-ikan haring dalam foto adalah sebagian fosil hidup.


DAUN GINGKO
Umur: 54 hingga 65 juta tahun
Ukuran: 12 cm (4,8 inci)
Lokasi: Almont, North Dakota
Formasi: Sentinel Butte
Zaman: Paleosen
Tetumbuhan dalam rekaman fosil muncul dengan ciri-ciri yang mirip dengan tetumbuhan hidup masa kini. Ini menunjukkan bahwa mereka diciptakan, sama seperti mahluk-mahluk hidup lainnya. Daun gingko dalam foto berumur 65 juta tahun, membuktikan bahwa gingko tidak berevolusi. Garis-garis umum daun dan struktur nadinya telah membatu. Fosil berukuran 12 cm (4,8 inci) ini menunjukkan bahwa gingko tetap sama selama jutaan tahun. Tidak Anda perbedaan antara gingko kini dan yang tumbuh di masa silam.


IKAN HARING
Umur: 55 juta tahun
Ukuran: 12 cm (4,8 inci)
Lokasi: Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Walaupun para Darwinis memilih tidak mengakuinya, faktafakta yang diperlihatkan rekaman fosil itu jelas. Jutaan fosil yang dikumpulkan dari seluruh dunia menegaskan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak berevolusi, namun diciptakan. Satu contoh yang menunjukkan fakta ini adalah ikan haring dalam foto. Ikan-ikan haring yang tetap sama selama jutaan tahun sekali lagi menunjukkan bahwa teori evolusi adalah sebuah tipuan.


IKAN MOLA-MOLA
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Ukuran: 17,2 cm (6,8 inci)
Lokasi: Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Lautan di zaman kita memiliki banyak spesies ikan mola-mola (sunfish). Fosil dalam foto menunjukkan
bahwa ikan mola-mola belum pernah berevolusi. Selama jutaan tahun fisiologi mereka tetap sama. Tampang dan struktur ikan mola-mola yang hidup 55 juta tahun silam sama seperti yang hidup saat ini.



IKAN LAMPREY
Umur: 300 juta tahun
Ukuran: lebar 43 mm (1,6 inci), pada sepasag bongkahan 73 mm x 48 mm (2,8 inci x 1,8 inci)
Lokasi: Pit 11,Francis Creek Shale, Braidwood, Illinois
Zaman: Pennsylvania
Tambang batubara Braidwood kaya akan fosil. Ikan lamprey dalam foto adalah satu spesies yang tidak memiliki tulang rahang. Walaupun umumnya hidup di air dangkal, beberapa spesies melakukan perjalanan jauh di samudera. Fosil ini adalah sebuah petunjuk bahwa ikan-ikan lamprey tidak mengalami perubahan selama kira-kira 300 juta tahun. Sekalipun waktu berlalu, ikan-ikan lamprey tetap sama. Tidak ada perbedaan antara seekor lamprey yang hidup jutaan tahun silam dan yang hidup hari ini.


IKAN TROUT-PERKHI
Umur: 50 juta tahun
Ukuran: 9,4 cm (3,7 inci); matriks: 17,5 cm x 12,3 cm (6,8 inci x 4,8 inci)
Lokasi: Fossil Lake, Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Para evolusionis menyatakan bahwa ikan berevolusi dari invertebrata seperti pikaia; bahwa amfibi dan ikan masa kini telah berevolusi dari apa yang disebut ikan moyang. Reptil berevolusi dari amfibi, burung dan
mamalia berevolusi dari reptil dan akhirnya, manusia dan kera maa kini berevolusi dari satu moyang bersama. Namun, untuk membuktikan pernyataan ini, mereka harus mampu menunjukkan fosil-fosil “rantai
hilang” peralihan ini. Namun, sebagaimana telah dikatakan, tidak ada jejak dari mahluk-mahluk khayalan ini.
Di sisi lain, ratusan juta fosil mengungkapkan bahwa apa yang disebut proses evolusi tidak pernah terjadi. Fosil-fosil ini membuktikan bahwa ikan selalu menjadi ikan, burung tetap burung, reptile dulunya juga reptil,
mamalia tetap mamalia dan manusia tetap manusia. Ikan trout-perkhi berumur 50 juta tahun dalam foto ini juga memperlihatkan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak berevolusi, namun diciptakan.



EKOR IKAN TROUT
Umur: 15 juta tahun
Lokasi: Stewart Springs Flora, Stewart Valley, Nevada
Zaman: Miosen
Sebagian fosil memertahankan hanya bagian tertentu tubuh hidupnya. Dalam foto adalah ekor ikan trout berumur 15 juta tahun. Sebagaimana terlihat, tidak ada perbedaan antara ekor ikan trout 50 juta tahun lalu dan ikan trout yang masih hidup hari ini.


DAUN POPLAR
Umur: 15 juta tahun
Lokasi: Stewart Springs Flora, Stewart Valley,
Nevada
Zaman: Miosen
Pohon poplar dari keluarga Salicaceae tetap tak berubah selama jutaan tahun. Tidak ada perbedaan antara ciri-ciri organik dan susunan yang mereka miliki dulu dan yang mereka miliki sekarang. Fosil daun poplar yang berumur 15 juta tahun ini membuktikannya.


AYAK-AYAK
Zaman: Era Kenozoikum, Epos Eosen
Umur: 37 hingga 48 juta tahun
Lokasi: Amerika Serikat
Sama seperti spesies-spesies lain, kemantapan teramati sepanjang waktu keberadaan ayak-ayak ini adalah bukti bahwa pernyataan-pernyataan evolusioner itu salah. Teori evolusi diajukan di zaman yang secara ilmiah primitif di abad ke-19, dianut sekadar akibat kebodohan, namun runtuh di hadapan ilmu pengetahuan abad ke-20 dan ke-21.


BENIH SEPRUS
Umur: 15 juta tahun
Lokasi: Stewart Springs Flora, Stewart Valley, Nevada
Zaman: Miosen
Seprus (spruce, sejenis cemara) adalah istilah umum yang diberikan kepada 35 spesies pohon berlainan yang tetap hijau sepanjang tahun. Rekaman fosil memperlihatkan bahwa pohon-pohon ini sama selama jutaan tahun dan tidak mengalami evolusi apapun. Fosil benih seprus dalam foto berasal dari 15 juta tahun silam. Sebagaimana ditegaskan olehnya, jutaan tahun telah lewat, seprus selalu tetap sama. Tidak ada perbedaan antara seprus di masa kita dan yang hidup 15 juta tahun silam.


IKAN LENTERA
Umur: 5 hingga 23 juta tahun
Ukuran: 3,8 cm (1,5 inci)
Lokasi: California, Amerika Serikat
Formasi: Puente
Zaman: Miosen
Ikan lentera adalah ikan kecil yang hidup di samudera dalam dan menghasilkan cahaya dalam tubuhnya, umumnya di perut. Karena hidup di air yang dalam dan kelam, ikan ini menggunakan cahayanya untuk menerangi lingkungan sekitarnya dan menakuti musuh-musuhnya. Bahwa tubuh ikan ini struktur yang maju dan rumit yang dapat menghasilkan cahaya dalam tubuhnya jutaan tahun silam tak terjelaskan bagi para evolusionis.


DAUN PINUS PONDEROSA
Umur: 15 juta tahun
Lokasi: Stewart Springs Flora,
Stewart Valley, Nevada
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Miosen
Daun jarum pinus dalam foto berumur 15 juta tahun. Daun pinus 15 juta tahun silam dan daun pinus hari ini sama. Fakta bahwa pinus tetap sama sekalipun jutaan tahun telah berlalu sekali lagi membuktikan bahwa evolusi tidak pernah berlangsung.


IKAN PERKHI

Umur: 37 hingga 54
juta tahun
Lokasi: Fossil Lake,
Kemmerer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Menurut pernyataan para evolusionis, moyang ikan adalah invertebrata yang tak memiliki tulang punggung. Akan tetapi, para evolusionis gagal menjawab bagaimana moyang berusuk namun tidak bertulang mengembangkan tulang punggung. Itu karena mahluk-mahluk hidup ini harus melalui suatu perubahan demikian besar sehingga cangkang keras di sekeliling tubuh mereka harus lenyap sementara rangka muncul di dalam. Untuk alih rupa seperti itu, harus ada penghubung di antara kedua bentuk. Akan tetapi, para evolusionis gagal menunjukkan bahkan satu saja fosil bentuk peralihan antara vertebrata dan invertebrata.
Di sisi lain, jutaan fosil menunjukkan bahwa ikan selalu tetap ikan, fosil perkhi berumur 37-54 juta tahun ini salah satunya.


IKAN HARING
Umur: 55 juta tahun
Ukuran: 21 cm (8,25 inci)
Lokasi: Kemerrer, Wyoming
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Paleosen
Ikan-ikan haring hidup di air dangkal dan tenang, sebagian besar di Atlantik Utara dan Laut Baltik. Ikan-ikan haring memiliki kira-kira 200 spesies yang hampir serupa. Semuanya berwarna perak dan memiliki sirip tunggal di punggung. Fosil ikan haring di dalam foto ini berukuran 21 cm (8,2 inci). Ia digali dari Sungai Hijau dari kedalaman 2200 meter (7217 kaki). Sebagaimana dengan rekaman fosil lainnya, fosil ikan haring ini menyingkapkan bahwa mahluk-mahluk hidup tidak menjalani evolusi. Para evolusionis kehilangan akal di hadapan rekaman fosil dan setiap temuan baru memperkuat keputus-asaan mereka.


DAUN WILOW
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Lokasi: Uintah County, Utah
Formasi: Sungai Hijau
Zaman: Eosen
Sebagaimana halnya dengan semua mahluk hidup lainnya, rekaman fosil mengungkapkan bahwa tetumbuhan tetap tak berubah selama jutaan tahun. Tetumbuhan masa kini memiliki sistem dan mekanisme yang sama dengan yang mereka miliki jutaan tahun silam. Fosil daun wilow dalam foto ini adalah bukti bahwa pohon wilow tetap sama selama 37 hingga 54 juta tahun. Jutaan fosil yang digali dari seluruh dunia membantah teori evolusi, mengungkapkan bahwa tetumbuhan tidak melalui suatu evolusi melainkan diciptakan.


DAUN POPLAR
Zaman: Era Kenozoikum, Epos Eosen
Umur: 37 hingga 54 juta tahun
Lokasi: Amerika Serikat
Spesimen fosil ini, petunjuk fakta bahwa poplar
selalu ada sebagai poplar, berusia sekitar 50 juta tahun. Poplar, tidak mengalami perubahan apapun selama 50 juta tahun, mengungkapkan bahwa teori evolusi bukan apa-apa melainkan sebuah tipuan dan bahwa
evolusi tidak pernah terjadi. Alam semesta, bersama dengan semua mahluk hidup yang dikandungnya, adalah karya Allah Mahakuasa.





No comments:

Post a Comment