Sunday, March 20, 2011

Gempa Dahsyat Di Negeri Sakura diera Modern 2011

http://goligog.files.wordpress.com/2011/03/2045407620x310.jpg

http://www.newsanddesignphotography.com/wp-content/uploads/2011/03/Gempa-Dan-Tsunami-Jepang-2011.jpg

http://ajiramiazawa.files.wordpress.com/2011/03/106728_tsunami-hantam-jepang.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-q8F9NY1GjeM/TXzJ2zI28AI/AAAAAAAAASA/-KiVHtnF6wE/s1600/Foto%2BTsunami%2Bdi%2Bjepang%2B2011%2Bgambar%2Btsunami%2Bjepang%2B2011.jpg

http://ndyteen.com/wp-content/uploads/2011/03/Gempa-Jepang-japan-earthquake-2011-10.jpg

http://news.infogue.com/wp-content/uploads/2011/03/tsunami-jepang.jpg

http://www.koleksiweb.com/imgfiles/images/6182041006620X310.jpg

http://4.bp.blogspot.com/-7vHVfgrmdRc/TXoVCa82W5I/AAAAAAAADEM/kiaXsWfIXhU/s640/kebakaran%2Btsunami-hantam-jepang.jpg

http://1.bp.blogspot.com/-D_b61YXscwQ/TXrwLdsXeqI/AAAAAAAABnk/vxCfGqswOJg/s1600/Tsunami%2BJepang%2B2011.jpg

Gempa Tsunami Terjadi lagi Kali Ini Melanda Dikota Sakura Jepang Tepatnya Kemarin siang (jumat, 11 Maret 2011, siang hari, sekitar pukul 14:00) sungguh merupakan pengalaman hidup yang menegangkan dalam hidup. Selama tinggal di Jepang (10 tahun) baru kali ini penulis merasakan namanya gempa dahsyat. Berkali-kali memang kota (daerah Kanto) tempat penulis tinggal ada juga gempa. Tapi gempa kali ini sungguh dahsyat dan tak terduga.

Memang sebelum terjadi gempa dahsyat pada Jumat siang (11 Maret 2011) di wilayah lepas pantai timur di Jepang (skala 8,8 richter) juga telah terjadi gempa sebelumnya. Gempa yang terjadi pada hari Rabu (9 Maret 2011) dengan kekuatan 7,2 skala richter. Sungguh tak terduga bahwa gempa kemarin siang diikuti dengan tsunami yang luar biasa dahsyat.

Pada saat kejadian, kami bertiga ada di dalam rumah. Ryu mendapat libur selama 2 hari karena kelasnya banyak yang jatuh sakit (influenza), jadilah Ryu tetap di dalam rumah. Sedangkan Yuka pulang sekitar lebih awal karena hari Jumat (untuk anak kelas 1 SD).

Sesaat sebelum gempa terjadi, mendadak listrik mati secara otomatis. Langsung saya dan anak-anak waspada, artinya akan ada kemungkinan terjadi gempa. Biasanya gempa terjadi hanya dalam skala kecil. Kami bertiga pun tidak panik karena sudah biasa merasakan goyangan gempa. Tokh hanya sebentar dan tak lama kemudian pasti akan hidup kembali listrik di rumah.

Beruntung Ryu langsung tersadar dengan keadaan gempa kali ini. Jadilah kami berdua ditarik lengannya oleh Ryu untuk segera keluar dari rumah. Saat keluar pun susah payah karena kondisi rumah goyang dengan kencangnya. Jadilah Ryu mengajak keluar dari pintu (jendela besar) kaca yang ada. Kami keluar dalam keadaan tanpa jaket dan hanya berkaos kaki. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana rumah bergoyang-goyang seperti mainan. Mengikuti arah dan kekuatan gempa bumi yang terjadi.

Sesaat kami berada diluar, Ryu langsung mengamati air di kolam. Air di kolam pun bergoncang dengan kencangnya seakan-akan ikan"dipaksa"keluar dari tempatnya. Saat kejadian gempa bumi tersebut, angin pun berhembus dengan kencang. Sungguh mengerikan angin menderu dengan kencang, di sisi lain gempa bergoncang dengan hebatnya.

Setelah gempa bumi usai, kami bertiga kembali ke dalam rumah untuk mengecek kerusakan. Belum sempat mengecek kerusakan, muncul kembali gempa susulan. Spontan Ryu dan Yuka langsung melarikan diri dari rumah. Untuk hal kesigapan gempa, memang anak-anak Jepang telah terlatih sejak di sekolah.

Sesaat terjadi gempa bumi yang pertama, langsung terdengar suara dari pengeras (pemerintah Jepang) bahwa telah terjadi gempa. Suara ambulance, pemadam kebakaran, mobil polisi terdengar ramai disekeliling rumah. Kebetulan rumah memang berdekatan dengan kantor pemadam kebakaran. Tak lama kemudian terdengar suara helikopter yang menderu dengan kencang di angkasa.

Begitulah, berulangkali kami keluar dari rumah dalam keadaan kedinginan (hembusan anginnya sungguh kencang) setiap ada gempa susulan. Satu jam kemudian suami pun pulang dari"warung". Terpaksa suami pun berhenti kerja karena mati lampu dan tidak ada listrik di seluruh kota. Suami pun menceritakan kondisi saat gempa bumi terjadi. Ada banyak kerusakan barang pecah belah di"warung". Akan tetapi yang terpenting tidak ada korban luka pada pengunjung"warung". Memang aneh, gempa dahsyat terjadi justru saat saya tidak bertugas di"warung". Situasi kemarin Jepang sungguh-sungguh lumpuh total. Inilah pengalamanku pertama kali tinggal di Jepang merasakan gempa dahsyat dan kondisi mati lampu.

Menjelang malam mulai terasa kondisi mati lampu. Pemanas pun tiada. Akhirnya kami berempat sepakat tinggal di satu ruangan (dapur) untuk menghemat gas/ gasoline. Tokh kami tidak tahu, sampai dengan kapan keadaan mati lampu tersebut. Tiap satu jam sekali terdengar suara pengeras dari pihak pemerintah bahwa sedang berusaha untuk melakukan perbaikan listrik. Beruntung anak-anak sudah pernah merasakan mati lampu di Indonesia (setiap pulang kampung, anak-anak pasti merasakan pengalaman mati lampu). Segera anak-anak mencari senter. Jadilah kami berempat di dalam dapur yang hangat dan membuka persediaan makanan.

2 tahun yang lalu saya mengikuti pelatihan gempa yang diadakan di kantor pemerintahan. Sejak itulah, saya selalu membiasakan diri untuk stock bahan makanan, air dan gas. Itulah yang"menyelamatkan"kami berempat untuk tidak panik menghadapi gempa. Saya biasakan diri untuk stock bahan makanan yang mudah dikonsumi tanpa perlu dimasak. Air minum pun ada. Gas pun ada. Lengkap sudah kami sekeluarga langsung menikmati makan malam tanpa lampu. Untuk menghibur anak-anak, suami mengajak permainan"bayangan"dari penerangan yang ada (senter, lilin dan pemanas).

Malam haripun, suami dan saya tidur dalam keadaan terjaga. Susah rasanya tidur karena berulangkali terjadi gempa susulan. Jadilah saya dan suami berjaga malam. Dalam tidur, berulangkali saya terbangun setiap ada gempa susulan dan rasanya benar-benar mual tergoncang-goncang. Dini hari pukul 3 barulah listrik berhasil menyala di rumah.

Kokiers, gempa di Jepang kali ini sungguh dahsyat dan menyisakan banyak kepedihan bagi korbannya. Saya memantau kondisi gempa melalui Tv Tokyo. Keanehan terjadi. Setiap buka TV Tokyo pun ada jatah"waktu"maksudnya saya melihat TV dan bagian bawah TV ada tulisan,"dalam berapa menit akan tutup secara otomatis siaran TV". Dan itu benar terjadi, setelah hitungan menit mendekati 1 menit, otomatis Tv langsung padam. Memang di TV jelas tertulis anjuran untuk menghemat listrik, gunakan seperlunya.

Kejadian gempa dan tsunami sungguh menyedihkan. Korban tak terhitung banyaknya . Perkiraan korban kemungkin diatas 1000 orang (baik yang ditemukan meninggal dunia atau pun hilang). Kondisi terparah dialami Miyagi-ken, Iwate, Fukushima, Niigata, Sendai dan Okinawa. Bahkan di kawasan pantai Fukushima (tepatnya Sendai-shi) diketemukan sekitar 200 - 300 korban meninggal dunia yang sudah terapung. Sungguh mengerikan. Kondisi parah juga dialami oleh Sendai airport.

Banyak kisah menyedihkan seputar gempa dan tsunami. Beberapa teman yang terjebak dalam gempa. Akh, sambil menulis artikel ini, sesekali-kali air mata menetes jatuh. Pedih rasanya mendengar kabar duka, kehilangan salah satu sobat. Beberapa teman menceritakan duka saat gempa terjadi. Ada beberapa teman yang selamat dari gempa, sayang seribu sayang ada juga temanku yang menjadi korban keganasan gempa. Orang dari bangsa manapun akan sama perasaannya, peristiwa gempa dan tsunami hanya membawa banyak kepedihan dan duka lara.

Beberapa teman yang kebetulan anak-anaknya bersekolah di Tokyo dan sekitarnya langsung berhamburan menjemput anaknya masing-masing. Setiap ada kejadian gempa memang kereta api bawah tanah dan semua transportasi serentak akan berhenti. Otomatis tidak ada transportasi. Jadilah banyak orangtua yang"kebingungan"dengan kondisi anak-anaknya. Bahkan telpon genggam pun tidak berfungsi dengan baik.

Kondisi terparah dialami Miyagi-ken , Niigata, Iwate, Fukushima, Sendai dan Okinawa. Untuk Tokyo, Saitama dan Chiba (daerah Kanto) keparahan akibat gempa memang terjadi tapi tetap saja tidaklah separah 6 wilayah tersebut (Miyagi-ken, Niigata, Iwate, Fukushima, Sendai dan Okinawa). Daerah Miyagi-ken, Niigata dan Iwate memang langganan gempa bahkan Miyagi-ken sudah berulang kali terjadi tsunami.

Pagi ini, Sabtu (12 Maret 2011) PM Naoto Kan melakukan peninjauan lokasi gempa terparah yaitu Fukushima. Diatas helikopter, PM Naoto Kan tercenung melihat kedahsyatan tsunami yang melanda daerah Fukushima. Semuanya tersapu habis oleh kekuatan tsunami. Bendungan di Fukushima pun jebol sesaat terjadinya gempa.

Kondisi Fukushima sungguh menguatirkan banyak pihak. Fukushima memiliki pembangkit nuklir. Saat ini pun penduduk sekitar telah diungsikan. Kondisi terburuk apabila gagal ditangani maka Fukushima harus dikosongkan dan senasib dengan Chernobyl Ukraina. Berikut saya kutip penjelasan dari Kompas.com:

    * Pihak berwenang Jepang telah memerintahkan 45.000 orang yang tinggal di dekat salah satu pembangkit tersebut dan 3.000 orang di dekat pembangkit lainnya untuk mengungsi.
      
    * Sistem pendingin kedua reaktor tidak berfungsi, yaitu pembangkit nuklir Fukushima Nomor 1 dan Nomor 2, keduanya terletak di wilayah sekitar 250 kilometer di timur laut Tokyo, wilayah perkotaan dengan 30 juta penduduk. Operator Tokyo Electric Power, Sabtu, mengatakan, pihaknya telah melepaskan uap radioaktif untuk mengurangi tekanan dari pembangkit Nomor 1.

No comments:

Post a Comment